Sunday, September 16, 2012

Penyebab Utama Kegagalan Bisnis Baru


Anda tahu 9 dari 10 bisnis baru hancur di 5 tahun pertama? Berikutnya kegagalan wirausaha lebih kejam lagi. Dari yang mampu bertahan tadi, 9 dari 10 usaha tersebut luluh lantak karena berbagai sebab. Penyebab kegagalan usaha tersebut ada dua.
Penyebab Kegagalan Bisnis Pertama : Tidak adanya rencana bisnis yang memadai, dengan kata lain adalah lemahnya perencanaan bisnis. Sering dikatakan bahwa “kegagalan merencanakan bisnis berarti merencanakan untuk gagal”. Bisnis adalah sebuah rencana, bukan produk atau prosedur.
Perencanaan yang baik memperkirakan hal-hal tak terduga, tetapi akan tetap utuh dan terus digunakan selama tahun-tahun awal yang penuh dengan tantangan dan cobaan. Bahkan menurut Robert T Kiyosaki : separuh dari pekerjaan entrepreneur adalah merencanakan (nah loh, fursing juga khan, sama, saya juga). Disinilah anda dituntut untuk sabar, kunci sukses bisnis anda.
Penyebab Kegagalan Bisnis Kedua : Kebanyakan pemilik bisnis tidak menyiapkan diri untuk menghadapi dunia bisnis yang sesungguhnya. Sembilan dari sepuluh bisnis baru gagal, walaupun telah membuat perencanaan yang mempromosikan peluang-peluang besar.
Kenyataan penyebab kegagalan bisnis tersebut bukan karena  penulisan perencanaannya yang buruk, tapi ia tidak menyiapkan diri untuk menghadapi dunia bisnis yang sesungguhnya. Inilah penyebab kegagalan bisnis yang paling sering menimpa bisnis baru.
Jadi sebelum anda memulai “bagaimana” membuat perencanaan agar penyebab kegagalan bisnis anda bisa terkendali, penting sekali anda untuk menjawab 2 pertanyaan berikut ini :
  1. Seberapa besar keinginan anda untuk menang?
    Ini adalah pertanyaan pertama untuk diajukan kepada diri anda sendiri sejalan dengan dimulainya perjalanan mengubah harapan atau impian anda menjadi perencanaan yang bagus. Jika dorongan dari untuk memulai sebuah bisnis tidak cukup besar, unsur “bagaimana” dari sebuah perencanaan menjadi tidak berarti. Anda beresiko tidak bisa mengatasi penyebab kegagalan bisnis.
  2. Apakah anda siap secara mental untuk memiliki bisnis anda sendiri?
    Memulai bisnis sendiri benar-benar menyita waktu yang anda miliki. Sebagian besar orang ingin sukses dalam bisnis, tetapi tidak bersedia pertama-tama untuk menyediakan waktunya dalam membuat perencanaan bisnis. Ini juga penyebab kegagalan bisnis yang paling sering menimpa jika seseorang ingin memulai usaha.
Khusus untuk poin kedua anda tahu mengapa seperti itu? Karena setiap perencanaan bisnis ada harga yang harus dibayar. Sebagian besar orang memulai bisnis tanpa adanya ketrampilan dasar berbisnis. Mereka  juga sering kali bertindak sesuai dengan “cara mereka sendiri” daripada berinvestasi di pendidikan dan membangun sebuah tim penasihat yang dapat diandalkan.
Penting pula untuk untuk dicatat bahwa kesuksesan dalam bisnis lebih banyak dipengaruhi oleh jiwa kewirausahaan daripada oleh usia dan jenis kelamin. Mereka selalu bersemangat disaat sukses maupun jatuh. Walaupun mereka belum bisa mengatasi semua penyebab kegagalan bisnis, mereka tetap berpikiran positif. Dan ciri-ciri pribadi seorang entrepreneur sukses adalah :
  1. Visi : Kemampuan menemukan peluang yang tidak dapat dilihat oleh orang lain.
  2. Keberanian : Kemampuan bertindak walaupun mempunyai keraguan besar.
  3. Kreativitas : Kemampuan untuk berpikir yang lain daripada yang lain.
  4. Kemampuan menghadapi kritik : Tidak ada satu orang suksespun yang tidak pernah dikritik.
  5. Kemampuan menunda kesenangan : Sulit sekali belajar menyangkal kesenangan jangka pendek yang segera demi keberhasilan jangka panjang.
Dengan mengetahui penyebab utama kegagalan bisnis diatas, sudahkah anda siap untuk membangun bisnis anda? Tapi anda tidak usah khawatir. Walaupun kegagalan usaha membayangi anda, selalu ada harapan baru untuk sukses berbisnis dan mengatasi kegagalan perusahaan anda.

Belajar Sukses dari Pemuda Cina Kuno


3 Kunci Rahasia Menuju Sukses

3000 tahun lalu, kaum terapung dari negeri Cina kuno tinggal di atas rumah-rumah di atas air.  Mereka makan malam di udara terbuka.  

Setiap keluarga tinggal di atas panggung di sebuah teluk.  Ketika seorang anak lelaki sudah tumbuh dewasa, dia akan berdiri di tepi panggungnya dan memanggil.  Gadis yang dicintainya akan memanggilnya kembali.  Lalu pemuda itu akan membangun sebuah jembatan dari panggungnya menuju panggung si gadis.

Jika keluarga si pemuda menyukai si gadis, mereka akan membantu membangun jembatan itu.  Kedua rumah mereka akan digabungkan dan kedua keluarga akan menjadi satu.

Pada suatu hari, seorang pemuda terapung mendengar bisikan dari atas cakrawala.  Bisikan itu datang dari seorang gadis yang tinggal nun jauh di sana.  Mereka saling memanggil dalam kurun waktu yang lama.  Mereka memutuskan untuk menikah.

Keluarga si pemuda bilang tidak.  Gadis itu berasal dari kalangan yang berbeda dan terlalu jauh.  Tapi si pemuda bersikeras.  Ia mulai membangun jembatan menuju cakrawala.  Ia menggali dalam ke dasar laut untuk membangun fondasi yang kuat.

Keluarganya tidak membantu.  Kata mereka, tradisi menikahi tetangga memberikan kekuatan pada komunitas mereka. 
Mereka menamakan jembatan si pemuda “Jembatan Bisikan“.  Mereka menyuruhnya berhenti membangunnya.  Namun si Pemuda tidak peduli.  Ia membangun jembatan itu selama delapan tahun.

Ketika jembatan selesai, ia bertemu dengan gadis yang berbisik dari cakrawala.  Mereka pun menikah di atas jembatan istimewa itu.

Tahun berikutnya, badai besar datang menghantam.  Badai itu memusnahkan rumah panggung kaum terapung.

Namun jembatan bisikan itu tetap tegar !

Dan begitulah pula dengan kita.  Benda yang membutuhkan waktu lama untuk membangunnya akan membutuhkan waktu lama pula untuk memusnahkannya. 

Melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan itu memang sulit.  Tapi setelah ia tuntas, maka tidak bisa lagi dibuyarkan.  Untuk memastikan agar tradisi lama tetap bisa mempertahankan kekuatannya, maka ubahlah.
(Mutiara Kebijakan Timur, oleh C.F. Wong)

Kunci-Kunci Sukses

Bagi saya, cerita di atas sangat mengesankan.  Maknanya sangat dalam.  Dalam cerita itu, andapun dapat menangkap makna-makna yang luar biasa.

Bagi anda yang menginginkan kesuksesan bisnis, maka cerita jembatan cina kuno itu, harusnya memberi anda inspirasi dan semangat.  Dalam cerita itu, terkandung kunci-kunci sukses yang abadi.  

Kunci-kunci itu tak terbantahkan.  Ia telah berulang kali digunakan oleh semua (semua!) orang sukses.  Tak peduli orang-orang sukses tersebut tadinya miskin, cacat, didiskriminasi, bodoh, mau bunuh diri, atau bagaimana pun. 

Kunci-kunci itu telah menolong mereka.  Kunci-kunci yang sama akan terus menolong siapa saja yang benar-benar ingin sukses.

Apa saja kunci-kunci sukses dalam cerita itu?  Saya menemukan ada tiga yang utama:

1.    Tujuan yang jelas.
2.    Berani merubah tradisi
3.    Kesabaran tiada akhir.

1.    Tujuan yang jelas.

Tujuan sang pemuda jelas.  Ia harus menghubungkan rumahnya dengan rumah gadis idamannya dengan sebuah jembatan.

Sang pemuda tahu, jembatan itu panjang.  Maka ia membangun jembatan yang sangat kuat.  Karenanya, jembatan itu harus dibangun dengan fondasi yang sangat dalam ke dasar laut.  Perhitungan tepat.  Jembatan itu tahan dihantam badai.

Tujuan jelas sangat penting dalam bisnis.  Inilah awal semua cerita bisnis.  Apakah tujuan anda berbisnis?  Apakah uang dan kekayaan melimpah?  Atau Kedudukan terhormat?  Popularitas?  Atau pembuktian diri?  Atau apa?

Saya menawarkan, buatlah tujuan bisnis anda adalah : Memberi manfaat besar bagi sesama dengan menggunakan kekayaan berlimpah. Jadi, berbisnis itu memang untuk  kaya.  Punya uang dan kekayaan melimpah.  Tapi uang dan kekayaan itu hanya alat.  Alat untuk memberi manfaat untuk sesame. 

Jadi, buat penghasilan anda Rp. 5 milyar per bulan.  Maka anda dapat membangun rumah sakit gratis, sekolah gratis, beasiswa, investasi bisnis kecil, dan sebagainya.  Pokoke tujuan anda adalah memberi manfaat bagi sesama.  Dengan begitu hidup anda akan tenang dan bahagia.

Otak anda akan bekerja sesuai tujuan anda.  Bila tujuan anda  Rp. 100 juta, maka otak anda akan bekerja di tingkat Rp. 100 juta itu.  Coba tetapkan tujuan Rp. 1 juta, maka otak anda akan bekerja sepersepuluhnya.  Karenanya, tetapkan tujuan bisnis tinggi.  Dengan itu, otak dan tindakan anda akan mengikuti. 

Setelah menetapkan tujuan, berhati-hatilah pada pada Pencuri Mimpi.  Pencuri Mimpi adalah orang-orang yang berusaha mencuri tujuan anda.  Mereka menghalangi anda.  Mereka melemahkan semangat anda.  Mereka mengatakan masalah dan resiko yang akan anda hadapi.  Mereka juga memberi gambaran kegagalan anda.

Bila anda menuruti kata mereka, saya pastikan anda akan berhenti.  Sang pemuda Cina akan berhenti membangun jembatan ketika ia mendengar kata-kata keluarganya untuk berhenti dan hanya mencari istri dari tetangganya saja.  Keluarga sang pemuda telah berusaha menjadi pencuri mimpi.  Untung sang pemuda tak mendengarkannya.

Pernahkan anda ingin kenalan dengan gadis/pria yang menarik bagi anda? Begitu anda mau bergerak, anda mendengar suara-suara negatif di benak anda.  Anda ikuti suara negatif itu.  Anda pasti berhenti bergerak.

Anda paling-paling  cuma memandangnya dari kejauhan.  Anda bayangkan betapa enaknya bisa kenalan.  Tapi anda masih tidak bergerak.  Tapi begitu anda berpikir : “Saya akan mengenalnya.  Apapun yang terjadi.  Malu, malu dah.“  Jreng anda pun bertindak. 

2. Berani Merubah Tradisi

Sang pemuda Cina hidup dalam suatu tradisi.  Menikah dengan tetangga.  Tapi ia tidak mau menerima tradisi itu.  Ia merubahnya.  Ia menginginkan sesuatu yang tidak biasa.
  
Karena itu, ia jadi orang luar biasa.  Meski untuk itu, ia harus membayar harganya.  Tidak didukung keluarga dalam kerja besarnya.

Dalam hidup banyak tradisi.  Misalnya sekolah tinggi, dapat kerja bagus.  Banyak orang yang ingin bisnis tapi tidak berani merubah tradisi itu.  Akhirnya keingingan itu terpendam dan hilang.  Mereka menyerah pada tradisi.  Mereka memilih jadi orang biasa-biasa saja.

Pilihannya ada pada anda.  Apakah anda benar-benar mau mencapai tujuan anda di atas.  Bila benar-benar mau, maka anda harus membayar harganya.

Harga tujuan mengikuti tujuannya.  Bila tujuan anda rendah, maka harganya juga rendah.  Bila tujuan anda tinggi, maka harganya juga tinggi.

Bila anda ingin pendapatan Rp.100 juta per bulan, anda tidak mungkin mendapatkannya dengan menjadi karyawan.   Anda harus berbisnis. Meski dengan begitu anda harus berjuang merubah banyak tradisi.  Terutama tradisi dalam pikiran anda sendiri. 

Dalam diri setiap manusia, ada hambatan mental.  Apakah bentuknya keraguan, ketakutan, kurang percaya diri, dan sebagainya.  Ketika hambatan mental ini muncul, maka anda pasti jadi orang yang kendur semangat dan takut menghadapi resiko.  Anda cenderung mundur ke belakang.

Untuk mengatasi masalah ini, anda harus fokus pada tujuan anda.  cara praktis, anda teriakkan tujuan anda berulang kali.  Sang pemuda Cina pun begitu. Keraguan dan ketakutan menghampirinya.  Tapi ia fokus pada tujuannya.  Keinginannya menikah dengan gadis pujaan, membakar lagi semangatnya.

Cara kedua, ingatlah bila anda menyerah anda harus memulai berjuang dari awal.  Itu kondisi yang lebih buruk daripada meneruskan perjuangan.  

Cara ketiga, ingatlah bahwa semua hal buruk itu pasti berlalu. Betapa susahnya pun anda sekarang, semua kesusahan itu akan berlalu.  Anda akan mengenang kesusahan itu sebagai hal yang indah.

Cara keempat, berkumpullah dengan orang-orang yang sudah sukses mengatasi hambatan mental dalam dirinya.  Bergaul dengan orang yang pantang menyerah akan berpengaruh pada diri anda.  

Cara kelima, bacalah kisah-kisah hidup orang-orang sukses.  Pelajari apa sih rahasia mereka.  

Cara keenam, lihat sekeliling anda.  Cari orang-orang gagal.  Perhatikan hidup mereka yang menderita.  Ingatlah bila anda tidak mau menderita seperti mereka, anda harus berbuat yang berbeda dengan mereka.

3. Kesabaran Tiada Akhir.
Sang Pemuda membangun jembatannya selama 8 tahun.  Itu berarti ia bekerja keras selama itu.  Ia juga harus mengatasi keluarganya yang merintangi.   Dan yang terpenting, ia harus mengatasi keraguan dalam dirinya sendiri.  

Sang pemuda Cina sukses.  Kesuksesan yang ia raih karena ia BERSABAR TIADA AKHIR.

Ia sabar bekerja.  Ia sabar menahan rintangan orang tua.  Ia sabar mengatasi masalah-masalah teknis pembangunan jembatan.  Ia sabar menanti kekasihnya.  Sang kekasih pun sabar menantinya.  Apa yang terjadi bila sang pemuda tidak sabar?  Ia akan mengubur tujuannya!!!  Ia akan mencari gadis tetangga saja.  Dengan begitu, ia  hanya perlu membangun jembatan pendek.  Itupun dibantu keluarganya.
Itulah yang terjadi dengan para pebisnis yang tidak sabar.  Berbagai masalah yang ia hadapi membuatnya menyerah berusaha.  Akhirnya ia kubur mimpinya. 

Banyak orang yang telah mulai bisnis, lalu berhenti ketika masalah timbul.  Ketika bisnisnya turun, keluarga tidak mendukung, bisnis banyak pesaing, konsumen mengeluh, suplayer curang,  dan sebagainya mereka berhenti.  Bukannya berpikir dan bertindak untuk mengatasinya. Duh,…

Saya punya seorang teman yang tidak sabaran.  Bisnisnya terus berganti.  Suatu kali ia buka konveksi.  Eh, tiga bulan berikutnya, ia ganti bisnis jadi agen asuransi.  Belum dua bulan, ia ganti lagi jadi bisnis aquarium.  Tidak lama berselang, ia beralih ke bisnis multimedia.  

Saya katakana padanya: “Bila anda tidak sabar dalam satu bidang bisnis, anda tidak akan sukses. Sabar dan atasi masalah”.  Semoga saja ia melakukannya.

Bersabar memang berat.  Tapi tidak bersabar, jauh lebih berat.  Ketika anda berhenti berusaha mencapai tujuan anda, anda harus memulai lagi dari awal.  Selain itu, makin sering anda berhenti berusaha mencapai tujuan, maka lama-lama tujuan anda akan turun.  

Misalnya tujuan awal anda adalah Rp. 100 juta per bulan.  Bisnis anda adalah voucher pulsa.  Anda sudah berusaha tapi belum berhasil.  Anda pun memutuskan berhenti.  Nah, ketika anda akan berbisnis lagi, anda pasti menurunkan tujuan anda.  “Sudah terbukti Rp. 100 juta tidak bisa dicapai.  Karena itu tujuan saya sekarang adalah Rp. 50 juta.“  

Duh,… satu kegagalan membuat tujuan turun 50%.  Apalagi bila harus gagal seperti Thomas Alva Edison.  Ia gagal 10.000 kali.  Untungnya, Edison bersabar. Tujuannya tidak berubah.  Ia harus menemukan logam yang tepat untuk bola lampunya.

Bersabar yang benar harus cerdas.  Apa artinya?  Bila satu cara untuk mencapai tujuan gagal, maka bersabarlah untuk melakuan cara lain yang berbeda.  Bila anda masih berpikir dengan cara yang sama, maka pasti tindakannya juga sama.  Bila tindakan anda sama, maka pasti hasilnya juga sama.  Itulah sebabnya bersabar harus cerdas.  Artinya terus berpikir cara-cara lain yang berbeda untuk mendapat hasil yang berbeda.

Disinilah letak penting kreatifitas dalam bersabar.  Bila anda bersabar tapi tidak kreatif, maka anda akan seperti keledai yang jatuh berulang kali di lubang yang sama.  

Anda akan gagal berulang kali, tapi anda tidak belajar dari kegagalan itu.  Kegagalan anda jadi tidak ada artinya.  Anda jadi benar-benar gagal.  Orang sabar, harus cerdas.  Jadilah kreatif.  

Orang sabar dan kreatif akan mendapat hasil yang berbeda dari orang biasa. Bisnisnya akan berkembang lebih baik.  Sabar membuat mereka tenang menghadapi masalah.  Kreatif membuat mereka bisa terus menemukan solusi berbagai masalah yang terjadi. 

kisah orang SUKSES yang mulai dari NOL

Kisah-kisah nabi, tentunya sudah sering kita dengar dan kita hafalkan disemasa kecil, tapi, kisah sukses para pengusaha dan para penjiwa enterpreneurship, yang bisa mengeruk jutaan, bahkan ratusan juta rupiah perhari tentunya jarang kita dengar..


Dibawah ini ada beberapa kiash sukses, yang mungkin dapat memberikan cerita sukses bagi kita semua..Dan membuka mata kita untuk bangkit dan berusaha!!!


Salah satunya adalah Susi Pudjiastuti, potret sukses pengusaha wanita tanpa jalur pendidikan formal. Merasa sekolah tidak bisa mengakomodasi keinginannya, Susi Pudjiastuti memilih drop out saat kelas dua SMA dan bekerja di pelelangan ikan di Pangandaran, Jawa Barat. Pilihan nekadnya ini, ternyata mampu mengantarkan nasibnya menjadi juragan ekspor ikan beromzet milyaran rupiah per bulan dan pemilik dari maskapai penerbangan Susi Air dengan 12 pesawat Cessna Grand Caravan, hanya dengan modal awal 750 ribu rupiah.


Pada tahun 2000, Susi membuat terobosan baru bidang pengangkutan ikan, yaitu dengan pesawat terbang untuk mempercepat pengangkutan ikan segar. Tekad yang keras untuk menjadi pengusaha juga menghinggapi benak Budiyanto Darmastono. Lulusan D3 Akuntansi UGM yang berasal dari keluarga guru ini, tak puas bekerja sebagai pegawai bidang akuntansi, dengan penghasilan yang menurutnya “hanya begitu-begitu saja”.


Bersama istrinya, Budiyanto terus berpikir keras mencari-cari bidang usaha yang cocok dan bisa dikerjakan berdua. Ide bernas pun mampir di pikirannya saat menyadari, bahwa bisnis kurir sangat potensial. Perusahaan di bidang usaha courier service juga masih sedikit dan sebagian besar dikerjakan secara manual.


Bermodalkan uang 24 juta hasil meminjam saudara dan temannya, Budiyanto menyewa sebuah rumah kontrakan untuk dijadikan kantor bernama PT. NCS. Gagasan briliannya saat itu adalah mengandalkan 2 komputer untuk mempercepat sistem database dan pelaporan. “Saat itu saya lihat dari sejumlah perusahaan kurir, masih memakai sistem manual. Maka saya berpikir bahwa sistem computerized pasti akan lebih cepat, tepat dan dipercaya klien” ujar Budiyanto.
Saat ini, berkat kerja keras dan komitmen menjaga kepercayaan para klien, PT. NCS telah memiliki 3000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan omzet sekitar 9 miliar rupiah per bulan.


Sementara keputusan untuk tidak mengikuti jalur “mainstream” sarjana saat ini, yaitu menjadi karyawan selulus kuliah, mendorong empat sekawan dari Yogyakarta memilih berwiraswasta. Eko Yulianto, Fath Aulia Muhammad, Asyari Tamimi dan Febri Triyanto tak malu-malu memulai usaha berjualan stick singkong goreng. Bermodalkan sebuah gerobak berwarna merah kuning bermerk Tela-tela, mereka berempat mampu menarik konsumen penyuka cemilan gorengan.


Obsesi mereka mengangkat derajat singkong supaya “selevel” dengan cemilan impor, juga didorong alasan untuk memberdayakan para petani singkong. Pengalaman berlari-lari mendorong gerobak sambil menenteng wajan berisi minyak goreng karena dikejar-kejar Satpol PP saat pertama kali berjualan, tak mematahkan semangat mereka. Hanya dalam waktu 2 tahun, sekitar 1200 outlet Tela-tela di seluruh Indonesia, telah memberikan omzet bagi 4 sekawan ini 2-3 Miliar per bulan.


Berawal pada hobi bermain skateboard, mendorong Rizky Yanuar dan 2 temannya membuat sendiri kaos, jaket dan aksesoris bernuansa komunitas skateboard pada 1998. Bermodalkan uang patungan sebesar 200 ribu rupiah, mereka bertiga memproduksi sendiri jaket dan kaos bermotif skateboard.


Kegiatan yang awalnya hanya sebagai hobi itu, ternyata terus berlanjut hingga mereka lulus kuliah. Promosi lewat mulut ke mulut kepada sesama komunitas skateboard, berkembang ke jalur distro dan akhirnya memiliki sebuah toko showroom khusus berbendera Ouval Research. Ketekunannya untuk bertahan di segmen khusus anak muda, dibarengi inovasi dalam segi desain secara terus menerus, membuahkan 4 outlet di Bandung dan Jakarta, serta 100 distributor di seluruh Indonesia yang mengalirkan omzet 1-2 miliar per bulan.


Semoga kisah-kisah diatas bisa menjadi inspirasi anda dan membuka hati anda untuk bangkit dan berusaha!!!sukses yuk
Diposkan oleh DewaDewi

Kesalahan Terbesar Adalah Tidak Belajar dari Kesalahan di Masa Lalu


1. Henry Ford Lupa menempatkan gigi persneling mundur pada mobil pertamanya.
2. Thomas Edison pernah menghabiskan biaya lebih dari 2 juta dolar atas penemuannya yang terbukti tidak berguna.
3. Hall of Famer Regie Jackson lebih banyak memukul dibandingkan dengan semua orang dalam sejarah permainannya, lebih dari 2.500 kali.
4. “Itu adalah olahraga yang menyenangkan. Tetapi bagi militer, pesawat terbang tidak berguna.” -Ferdinand Foch, kepala komandan, pasukan sekutu di front barat, Perang Dunia I.
5. “Televisi tidak akan pernah meraih popularitas; TV ditempatkan di tempat yang agak gelap dan menuntut perhatian yang terus-menerus.” -Chester L. Dawes, Profesor Universitas Havard, 1940.
6. “Kami tidak memberitahu Anda bagaimana cara memimpin, maka jangan beritahu kami bagaimana caranya membuat sepatu.” – kata sebuah perusahaan sepatu besar kepada Bill Bowerman, penemu sepatu “waffle” dan rekan pendiri Nike, Inc.
7. “‘Telepon’ ini memliki terlalu banyak keterbatasan untuk secara serius dianggap sebagai sebuah sarana komunikasi. Kehadiran alat ini tidak dianggap banyak berarti bagi kami.” – memo Western Union dalam menanggapi telepon Alexander Graham Bell, 1876.
Kesalahan tidak semuanya buruk. Kesalahan-kesalahan itu memberikan dasar pengalaman kepada kita dan biasanya kita justru lebih cepat mempelajari sebuah pelajaran dari kesalahan daripada orang lain yang memberikan saran kepada kita.
Dan kesalahan terbesar yang pernah kita lakukan adalah tidak belajar dari kesalahan kita di masa lalu.
(sumber berita : seperti yang pernah saya tulis di www.bisnisukm.com
dan telah menjadi hak milik www.bisnisukm.com)

Monday, September 10, 2012

Nasehat-nasehat Berwirausaha

Memulai usaha itu memang sungguh luar biasa sulit. Tidak hanya diperlukan modal, tetapi juga tekad, keterampilan, pengetahuan, naluri dan ketekunan. Benarkah hanya itu? Tetapi apa saja yang menentukan keberhasilan kita dalam berwirausaha. Syukurlah kita sangat banyak terbantu dengan banyaknya para pengusaha sukses yang dengan tulus membagikan kiat-kiat suksesnya untuk kita.
Saya menuliskan beberapa nasehat-nasehat mereka. Saya tidak akan menuliskan nama sumber nasehat dengan beberapa alasan Atau jika pembaca memiliki nasehat lain, silakan tambahkan di baris komentar.

Ketekunan

Seseorang pengusaha sukses di bidang medis dan pendidikan mengatakan bahwa yang terpenting dalam berwirausaha adalah “ketekunan.” Dia juga memberikan contoh banyaknya pengusaha sukses yang justru tidak sukses dalam pendidikannya. Justru orang-orang yang mempunyai nilai akademis yang tinggi biasanya malah tidak sukses dalam dunia usaha.

Berani Mengambil Resiko

Seseorang yang lain juga menonjolkan sifat-sifat keberanian dari seorang pengusaha. Seorang pengusaha harus berani mengambil resiko walau pun secara perhitungan matematis mungkin tampak tidak menguntungkan, tetapi justru seringkali malah menguntungkan. Bahkan keuntungannya tidak sedikit, tetapi banyak sekali.

Terampil & Tidak Putus Asa

Biasanya pengusaha sukses itu pernah mengalami beberapa/banyak kegagalan. Tetapi karena mereka tidak mengenal putus asa dan selalu bangkit, selain memperoleh pelajaran dari pengalaman, mereka jadi terampil dalam mengatasi banyak hal dalam berwirausaha.

Berdoa

Rupanya para pengusaha sukses juga rajin berdoa. Maklum saja karena selama berwirausaha mereka seringkali mempertaruhkan segalanya, termasuk hidupnya & keluarganya demi kegiatan berwirausahanya.
Seseorang konsultan usaha pernah memberikan ilustrasi tentang pentingnya doa bagi pengusaha.
Kalau saya memulai usaha sendiri, sudah pasti saya & keluarga akan berdoa dengan sangat khusuk & tekun untuk memohon agar usaha saya berhasil. Tetapi jika saya berwirausaha bersama banyak teman, maka yang turut berdoa akan lebih banyak lagi, tidak hanya saya dan keluarga saya, tetapi juga mereka dan keluarga mereka.

Berani Berubah

Seorang yang memulai usaha sendirinya harus berani menghadapi perubahan yang bakal mengubah seluruh hidupnya. Perubahan itu bisa positif mau pun negatif. Tetapi sebagai langkah awal, para pemula harus memiliki tekad yang kuat untuk mau berubah dan menghadapi segala tantangan yang bakal menghadangnya.
Seseorang konsultan memberikan tes bagi para pemula atau pengusaha kurang sukses yang ingin memulai usahanya atau yang ingin agar usahanya sukses. Tes yang dilakukan sangat sederhana dan dilakukan saat konsultan tersebut bertemu calon kliennya untuk pertama kali.
Biasanya para pemula atau pengusaha kurang sukses tersebut ingin segera mendapatkan konsultasi atau resep-resep mujarab yang instan demi kesuksesan atau kelanggengan usahanya. Tetapi sebelum melakukan konsultansi, sang konsultan menilainya dan memberikan test.
Suatu ketika sang konsultan menemui calon klien yang tampak bangga dengan kumisnya. Memang kumisnya sangat rapi dan bagus bentuknya. Dengan kumisnya itu, sang calon jadi tampak gagah & ganteng. Sesekali sang calon merapikan kumisnya dengan tangannya untuk memperbaiki bentuknya.
Sang konsultan memberikan tes baginya, yaitu dengan menyuruhnya untuk mencukur habis kumisnya. Tetapi kontan sang calon menolak dan akhirnya sang konsultan menolak menanganinya dan mengatakan bahwa dia tidak berani menerima dan menghadapi perubahan yang sebenarnya sangat penting dalam dunia usaha.

Pandai Mengelola

Seseorang pernah berkata: “Pengusaha yang sukses itu adalah pengusaha yang mampu mempekerjakan orang-orang yang cerdas di bidangnya.” Memang benar adanya. Kesuksesannya ditopang oleh para pekerjanya yang berkompeten di bidangnya. Nah, dengan demikian para pengusaha harus mampu memilih dan mempekerjakan orang-orang seperti ini.
Selain dapat mengelola sumberdaya manusia, para pengusaha juga harus pandai mengelola sumber daya yang lain, misalnya aset, keuangan, dll. Kemampuan mengelola ini justru seringkali tidak ditemui di orang-orang cerdas yang akhirnya menjadi karyawan dari si pengusaha.

Seger & Pinter

Ini ada sebuah nasehat dari seorang motivator usaha:
“Kalau badan Anda segar, jadilah militer. Kalau otak Anda pinter, jadilah profesor. Tapi kalau badan Anda seger dan otak Anda pinter, jadilah wirausahawan.”
Jadi dia menekankan pentingnya kesegaran tubuh dan kepintaran otak. Syukurlah jika kita bisa memiliki keduanya. Paling tidak modal sukses sudah ada pada kita.

Kemauan Terus Belajar

Seorang pengusaha sukses pernah berkata bahwa semua usahanya, baik yang gagal mau pun berhasil itu adalah tempat belajarnya. Dan dia mau untuk terus mempelajari setiap usahanya. Bahkan tidak hanya mempelajari apa yang telah dia peroleh dari pengalamannya atau dari teori atau buku, dia juga melakukan percobaan-percobaan dan bermanuver dalam usahanya.

SUMBER : https://usaha.wordpress.com

Cara Sederhana Mengatur Keuangan Usaha Kecil

Mungkin Anda sudah tahu dan paham bagaimana cara mengatur keuangan perusahaan Anda sendiri. Banyak cara dan tehniknya, Anda bisa mendapatkannya di buku-buku panduan atau langsung tanya pada orang yang berkompeten.
Disini saya, sebagai pemula hanya ingin share saja berdasar yang saya alami. Jadi, bagi yang sudah berpengalaman mohon koreksi dan bimbingannya.
Ada semacam pandangan, bahwa lebih mudah mengatur keuangan untuk usaha yang sudah lancar daripada mengatur keuangan usaha yang seret. Menurut mereka kalau usaha sepi, keuangan apa yang akan di manage? Bagaimana caranya?
Disinilah tantangan kita, bagaimana kita membuat usaha menjadi lancar dan berkembang dengan mengatur keuangan sebaik mungkin. Apa bisa? berdasar yang saya alami, InsyaAllah pasti bisa. Usaha Anda sedikit demi sedikit akan mengalami kemajuan. Tentu saja Anda juga harus gencar melakukan promosi dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Lalu apa saja yang harus dilakukan dalam mengatur keuangan usaha kecil ini? Berikut ini beberapa pointnya:
1. Gaji diri Anda sendiri
Jika Anda adalah pemilik sekaligus pekerja dalam usaha Anda sendiri, beri upah/gaji diri Anda sendiri. Besarnya adalah 10% dari omset. Jika Anda mempunyai karyawan maka total gaji Anda + karyawan tetap 10% dari omset.
2. Sisihkan 1% bahan baku produk setiap hari
misal Anda buka warung makanan, sisihkan sedikit beras, minyak goreng,minyak tanah dll. Kumpulkan hingga dalam jumlah tertentu. Lalu beli sendiri bahan tsb dengan harga pasar.
3. Bagi laba bersih menjadi 3 bagian:
a. 1/3 untuk menambah modal
b. 1/3 simpan untuk menjaga jika ada pengeluaran (perusahaan) mendadak
c. 1/3 simpan untuk jangka waktu 1 tahun, ambil sebagian untuk mengembangkan usaha Anda.
4. Jangan pernah menggunakan uang usaha kecil Anda
Untuk kepentingan pribadi gunakan gaji Anda. Jika gaji Anda dirasa kurang maka Anda harus mencari tambahan diluar bukan mengambil uang perusahaan.
5. Disiplin!
Ingat usaha Anda selama ini akan gagal total jika Anda tidak memegang teguh prinsip disiplin.
Sebagai tambahan, bersedekahlah setiap hari walau Rp.500. Dengan membiasakan bersedekah hati menjadi lapang, pikiran menjadi jernih. Alhasil, Anda lebih maksimal mengelola usaha kecil Anda untuk menjadi lebih besar!
Salam Hangat, Sukses milik semua orang juga Anda!

SUMBER : https://diradja.wordpress.com

Saturday, September 8, 2012

Atur Dulu Yang Ini, Sebelum Memulai Wirausaha


Banyak orang ingin memulai wirausaha, ini bagus sekali. Kalau ngomong soal usaha, ini artinya kita ngomong juga soal uang atau keuangan. Sebuah usaha akan berjalan baik apabila lancar di dalam soal keuangan. Istilah kerennya adanya Cashflow atau arus kas. Soal modal usaha, seberapa besar modal usaha, akan habis juga apabila tidak adanya cashflow yang bagus. Perlu sekali mengelola aliran uang yang bagus untuk sebuah usaha. Nah, untuk latihan awal bagi seorang calon wirausaha atau entrepreneur baru, apa yang bisa dilakukan?Seorang calon wirausaha bisa dengan mulai mengatur keuangan pribadi. Soal mengatur keuangan pribadi, ini penting sekali. Bagaimana mengelola keuangan pribadi, sayangnya tidak diajarkan di bangku kuliah. Seorang mahasiswa jurusan ekonomi diajarkan membuat laporan keuangan atau jurnal keuangan perusahaan orang lain, dimana dia menjadi pekerja di dalamnya  dan tidak diajarkan bagaimana cara membuat laporan keuangan sebagaimana layaknya dia seorang pemilik perusahaan. Inilah kekurangan sistem pendidikan kampus. Mahasiswa dididik menjadi seorang karyawan yang mengerjakan laporan keuangan perusahaan orang, bukan membuat laporan keuangan bakal perusahaan yang ia akan bangun.
Mengenai keuangan ini, pemirsa bisa memulai dengan mengatur keuangan pribadi, bagaimana mengelola uang gaji yang didapat dengan lebih bijaksana. Uang akan bersahabat baik apabila dikelola dengan benar. Uang akan bisa berlipat apabila dikelola dengan pintar. Mengenai tehnis dan caranya, akan saya bagikan di Paket video modul sukses wirausaha sebagai tambahan paket dari 12 Video yang sudah ada.
Inti sukses dalam mengelola keuangan adalah terletak di komitmen anda. Dengan mulai membuat laporan keuangan pribadi dan manajemen keuangan pribadi, seorang calon wirausaha akan terbiasa nantinya membuat laporan keuangan dalam lingkup yang lebih besar dan mengelola manajemen keuangan perusahaan yang ia bangun nantinya.
Bagaimana cara mengelola keuangan, dibahas di dalam Video Modul Sukses Wirausaha.