Mungkin Anda sudah tahu dan paham bagaimana cara mengatur keuangan perusahaan Anda sendiri. Banyak cara dan tehniknya, Anda bisa mendapatkannya di buku-buku panduan atau langsung tanya pada orang yang berkompeten.
Disini saya, sebagai pemula hanya ingin share saja berdasar yang saya alami. Jadi, bagi yang sudah berpengalaman mohon koreksi dan bimbingannya.
Ada semacam pandangan, bahwa lebih mudah mengatur keuangan untuk usaha yang sudah lancar daripada mengatur keuangan usaha yang seret. Menurut mereka kalau usaha sepi, keuangan apa yang akan di manage? Bagaimana caranya?
Disinilah tantangan kita, bagaimana kita membuat usaha menjadi lancar dan berkembang dengan mengatur keuangan sebaik mungkin. Apa bisa? berdasar yang saya alami, InsyaAllah pasti bisa. Usaha Anda sedikit demi sedikit akan mengalami kemajuan. Tentu saja Anda juga harus gencar melakukan promosi dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Lalu apa saja yang harus dilakukan dalam mengatur keuangan usaha kecil ini? Berikut ini beberapa pointnya:
1. Gaji diri Anda sendiri
Jika Anda adalah pemilik sekaligus pekerja dalam usaha Anda sendiri, beri upah/gaji diri Anda sendiri. Besarnya adalah 10% dari omset. Jika Anda mempunyai karyawan maka total gaji Anda + karyawan tetap 10% dari omset.
2. Sisihkan 1% bahan baku produk setiap hari
misal Anda buka warung makanan, sisihkan sedikit beras, minyak goreng,minyak tanah dll. Kumpulkan hingga dalam jumlah tertentu. Lalu beli sendiri bahan tsb dengan harga pasar.
3. Bagi laba bersih menjadi 3 bagian:
a. 1/3 untuk menambah modal
b. 1/3 simpan untuk menjaga jika ada pengeluaran (perusahaan) mendadak
c. 1/3 simpan untuk jangka waktu 1 tahun, ambil sebagian untuk mengembangkan usaha Anda.
4. Jangan pernah menggunakan uang usaha kecil Anda
Untuk kepentingan pribadi gunakan gaji Anda. Jika gaji Anda dirasa kurang maka Anda harus mencari tambahan diluar bukan mengambil uang perusahaan.
5. Disiplin!
Ingat usaha Anda selama ini akan gagal total jika Anda tidak memegang teguh prinsip disiplin.
Sebagai tambahan, bersedekahlah setiap hari walau Rp.500. Dengan membiasakan bersedekah hati menjadi lapang, pikiran menjadi jernih. Alhasil, Anda lebih maksimal mengelola usaha kecil Anda untuk menjadi lebih besar!
Salam Hangat, Sukses milik semua orang juga Anda!
SUMBER : https://diradja.wordpress.com
Monday, September 10, 2012
Saturday, September 8, 2012
Atur Dulu Yang Ini, Sebelum Memulai Wirausaha
Banyak orang ingin memulai wirausaha, ini bagus sekali. Kalau ngomong soal usaha, ini artinya kita ngomong juga soal uang atau keuangan. Sebuah usaha akan berjalan baik apabila lancar di dalam soal keuangan. Istilah kerennya adanya Cashflow atau arus kas. Soal modal usaha, seberapa besar modal usaha, akan habis juga apabila tidak adanya cashflow yang bagus. Perlu sekali mengelola aliran uang yang bagus untuk sebuah usaha. Nah, untuk latihan awal bagi seorang calon wirausaha atau entrepreneur baru, apa yang bisa dilakukan?Seorang calon wirausaha bisa dengan mulai mengatur keuangan pribadi. Soal mengatur keuangan pribadi, ini penting sekali. Bagaimana mengelola keuangan pribadi, sayangnya tidak diajarkan di bangku kuliah. Seorang mahasiswa jurusan ekonomi diajarkan membuat laporan keuangan atau jurnal keuangan perusahaan orang lain, dimana dia menjadi pekerja di dalamnya dan tidak diajarkan bagaimana cara membuat laporan keuangan sebagaimana layaknya dia seorang pemilik perusahaan. Inilah kekurangan sistem pendidikan kampus. Mahasiswa dididik menjadi seorang karyawan yang mengerjakan laporan keuangan perusahaan orang, bukan membuat laporan keuangan bakal perusahaan yang ia akan bangun.
Mengenai keuangan ini, pemirsa bisa memulai dengan mengatur keuangan pribadi, bagaimana mengelola uang gaji yang didapat dengan lebih bijaksana. Uang akan bersahabat baik apabila dikelola dengan benar. Uang akan bisa berlipat apabila dikelola dengan pintar. Mengenai tehnis dan caranya, akan saya bagikan di Paket video modul sukses wirausaha sebagai tambahan paket dari 12 Video yang sudah ada.
Inti sukses dalam mengelola keuangan adalah terletak di komitmen anda. Dengan mulai membuat laporan keuangan pribadi dan manajemen keuangan pribadi, seorang calon wirausaha akan terbiasa nantinya membuat laporan keuangan dalam lingkup yang lebih besar dan mengelola manajemen keuangan perusahaan yang ia bangun nantinya.
Bagaimana cara mengelola keuangan, dibahas di dalam Video Modul Sukses Wirausaha.
SUMBER :http://universitasbisnis.com
2 Jenis Usaha Modal Minim Hasil Maxim
Seperti yang sudah saya tuliskan di pilihan jenis usaha berdasarkan modal, ada 4 jenis usaha. Nah, yang akan banyak diungkapkan di artikel belajar di UniversitasBisnis.com ini, khususnya hari ini adalah wirausaha atau bisnis dengan modal kecil potensi besar. Ada usaha yang modal uang besar ada usaha yang modal uang kecil. Ada orang yang menggunakan modal orang lain atau pihak lain untuk membuka dan menjalankan usaha yang memerlukan modal usaha besar. Sebetulnya, sukses usaha bukanlah tergantung pada modal uang sebagai faktor terbesar. Suksesnya Usaha atau Menjadi Wirausaha Sukses tergantung pada Modal pola pikir orang itu sendiri. Namun, kebanyakan orang fokus pada modal uang. Okelah, untuk hari ini saya akan mengungkap usaha-usaha modal kecil (yang pasti butuh modal, gak ada bisnis tanpa modal sama sekali, pasti butuh modal walaupun kecil).
Ada 2 jenis usaha modal kecil potensi besar yang ada di dunia ini. Apa kedua jenis usaha itu? Oke. Saya ungkapkan di bawah ini…. Untuk membaca lanjut artikel ini, silahkan lakukan pendaftaran, gratis kok. Klik di Pendaftaran. Kelanjutan artikel ini bisa anda baca secara gratis setelah mendaftar member belajar reguler. Klik di Pendaftaran Untuk mendaftar agar bisa membaca kelanjutan artikel ini.
Dua jenis usaha atau bisnis yang modal usaha kecil namun sebaliknya punya potensi yang besar sekali alias unlimited adalah Bisnis Waralaba pribadi dan Bisnis Internet. Bisnis waralaba pribadi adalah pengembangan lebih lanjut dan lebih sempurna dari bisnis MLM. Bisnis ini membutuhkan modal usaha yang kecil, namun punya potensi dikembangkan di mana saja. Saya sendiri menjalankan usaha ini sebagai salah satu bisnis saya. Dibandingkan dengan waralaba, waralaba pribadi memerlukan modal yang tidak begitu besar alias kecil, namun bisnis ini mempunyai daya ungkit yang banyak dan besar. Daya ungkit yang ada di usaha waralaba pribadi ini adalah adanya Support sistem, mentor, jaringan, alat bantu, team bisnis. Misal, seseorang yang tidak mempunyai pengalaman berbisnis, maka ada mentor yang akan membantunya dalam menjalankan bisnis /usahanya. Apabila seseorang yang merasakan tidak mempunyai kemampuan berbicara atau presentasi, maka ada team yang akan mendukungnya dalam mempresentasikan usahanya. Usaha jenis waralaba pribadi ini memiliki daya ungkit yang besar.
Nah, bagaimana dengan Bisnis Internet atau sering juga disebut Bisnis Online? jenis bisnis atau usaha ini juga memiliki daya ungkit yang banyak dan besar. Kegiatan-kegiatan usaha bisa diautomatisasi di bisnis online atau bisnis internet ini. Usaha yang dijalankan bisa online 24 jam. Saya sendiri juga membangun usaha di internet ini, yaitu Toko Online. Usaha offline bisa dipromosikan atau dibangun juga di internet, sehingga bisa beroperasi 24 jam, hemat karyawan, bisa menjangkau banyak orang. Selain toko online, ada berbagai jenis usaha atau bisnis yang bisa dijalankan di internet. Ada juga kategorinya usaha pemasangan iklan, seperti Google Adsense, Chitika, jual link, jual website, dan lain-lain. Lebih lengkap tentang hal ini, berbagai jenis usaha online yang bisa dibangun di internet, saya ungkapkan di Ebook Modul Belajar Bisnis dan Menjadi Wirausaha yang berjudul : Modal Minim Hasil Maxim. (Ya, Modal usaha kecil, Potensi Hasil tanpa Batas).
Namun, tentunya, membangun usaha butuh usaha. Menjadi wirausaha butuh tindakan, tidak cuma duduk-duduk lantas dapat duit. Tapi ada loh, yang duduk-duduk goyang kaki, dapat duit. ya, Penjahit. Haha… Yang ini bercanda. Atau mau yang kipas-kipas dapat duit? Jadi tukang sate. Ini kipas-kipas dapat duit. Haha… Ini bercanda kok. Itu usaha juga. Usaha apapun pasti butuh tindakan. Termasuk apabila anda menginginkan memiliki alat belajar dari UniversitasBisnis.com dan belajar dari Modul-modul Belajar Bisnis, Silahkan upgrade menjadi Member Belajar Eksklusif, dan dapatkan Modul-modul belajarnya yang dikirim langsung ke alamat dan juga bisa didownload. Selamat belajar bisnis dan suatu hari saya yakin Anda pun bisa menjadi Wirausaha Sukses.
SUMBER : http://universitasbisnis.com
Tuesday, September 4, 2012
Inilah 100 Alasan Kenapa Harus Berbisnis
Nah, Inilah 100 Alasan Yang Bisa Menghambat Berbisnis atau Malah Bisa Memotivasi Kuat Untuk Berbisnis, dan bagaimana perbedaan alasan menghasilkan perbedaan hasil.
1. Gak punya Uang Alias Bukan BerUang.
Gak punya Uang alias bukan BerUang (haha.. emang bukan beruang ya, saya juga bukan kategori ini). Banyak orang termasuk saya dulunya seringkali bilang Gak punya modal manabisa berbisnis. Ini kebanyakan orang pikir. Ya Gitu dech.. Gak nyalahin, karena mungkin dapet ilmunya seperti itu sejak masih dalam kandungan. Tapi bukan salah Bunda mengandung loch ya. Mungkin karena banyak melihat yang bukan2, hehe.. Melihat orang yang sudah kaya karena punya banyak bisnis. Padahal sesungguhnya, sebetulnya, orang yang kaya itu dulunya kere. Namun karena kere itulah, ia memulai usaha, agar tidak kere selamanya, ia merintis usaha, jatuh bangun, melek mejam, ia jalani, ia pelajari, akhirnya setelah melewati zona nyamannya, ia menjadi kaya dari usaha, dan sekarang lebih nyaman lagi, buka usaha2 lagi, bikin bisnis lagi dan lagi, dengan modal. Padahal dulunya ia (wirausaha sukses ini) tidak bermodalkan banyak uang, modalnya berani miskin saja, karena sudah bosan miskin dan tidak takut miskin. Karena miskin itulah ia ngotot untuk sukses jadi pengusaha! Sedangkan di sisi kebanyakan orang, karena miskin, itulah ia menjadikan alasan miskin tadi untuk terus memiskinkan diri sendiri!
2. Gak punya bakat bisnis
Nah, ini satu lagi alasan dominan orang gak bisa berbisnis. Maaf pak, saya gak bakat bisnis, beda dengan pak Anton, matanya aja sipit, bakat bisnisnya keliatan (tuch dijidatnya ada tulisan dollar, hahaha.. yang ada bakat luka banyak, bakat jerawat, Red : bakat itu kalo dalam bahasa palembang, artinya bekas). Ya, memang ada orang yang terlahir langsung bisa berbisnis gitu? Begitu keluar dari kandungan, langsung teriak : “Mama, saya besok mau buka usaha!!”.. Wah, bisa kaget orang liat bayi kayak gitu. Bayi Bakat Bisnis!! Bayi ajaib kali ya! Anda tau Michael Jordan? Mantan Legenda Basket Dunia/ NBA ini semasa kecilnya pernah diejek ketika bermain basket! Pernah ditolak ketika memasuki klub basket! Apakah ia bakat sejak lahir? Ia hanya latihan jauh-jauh lebih banyak daripada pebasket2 lainnya. Ia berlatih di saat pebasket lainnya tidur, di saat pebasket lainnya berjalan-jalan. Bahkan, Michael Jordan ini berlatih basket di saat tidurnya! Banyak orang menjadi pebisnis ataupun pengusaha sukses, sebetulnya karena mereka lebih banyak praktek bisnisnya, banyak belajarnya, banyak juga jatuhnya. Atau bahkan TERPAKSA Berusaha karena gak pernah diterima kerja! Terpaksa berusaha karena mau melamar jadi PNS itu Sulit (seperti sya yang sipit ini, baru mau daftar saja, sudah ditanya silsilah 7 keturunan, dimintain segala surat dari buyut saya)!! Terpaksa berusaha karena diPHK! Terpaksa berusaha karena dibilang gak bakal bisa bekerja dengan orang! Jadi bukan faktor bakat! Thomas Alfa Edison bilang : “Sukses itu 95% Kerja Keras”
Nah, apa selanjutnya yang 98 Lagi? Maaf, saya tidak bisa melanjutkan! Karena saya dulu tidak punya 100 alasan! Saya hanya punya 2 Alasan ini yang tertulis di atas. Saya tidak punya Uang dulunya dan Saya sulit bekerja alias tidak diterima bekerja, maklum tidak lulus test, apalagi mau diterima jadi PNS, boro2 diterima, buat KTP aja susah… Boro-boro diterima jadi Pegawai Pajak seperti Gayus dan Dhana.. Masukin lamaran saja gak bisa.
Siapa lagi yang mau tambahin agar jadi 100 alasan?
SUMBER : http://universitasbisnis.com
2 Jenis Usaha Modal Minim Hasil Maxim
Seperti yang sudah saya tuliskan di pilihan jenis usaha berdasarkan modal, ada 4 jenis usaha. Nah, yang akan banyak diungkapkan di artikel belajar di UniversitasBisnis.com ini, khususnya hari ini adalah wirausaha atau bisnis dengan modal kecil potensi besar. Ada usaha yang modal uang besar ada usaha yang modal uang kecil. Ada orang yang menggunakan modal orang lain atau pihak lain untuk membuka dan menjalankan usaha yang memerlukan modal usaha besar. Sebetulnya, sukses usaha bukanlah tergantung pada modal uang sebagai faktor terbesar. Suksesnya Usaha atau Menjadi Wirausaha Sukses tergantung pada Modal pola pikir orang itu sendiri. Namun, kebanyakan orang fokus pada modal uang. Okelah, untuk hari ini saya akan mengungkap usaha-usaha modal kecil (yang pasti butuh modal, gak ada bisnis tanpa modal sama sekali, pasti butuh modal walaupun kecil).
Ada 2 jenis usaha modal kecil potensi besar yang ada di dunia ini. Apa kedua jenis usaha itu? Oke. Saya ungkapkan di bawah ini…. Untuk membaca lanjut artikel ini, silahkan lakukan pendaftaran, gratis kok. Klik di Pendaftaran. Kelanjutan artikel ini bisa anda baca secara gratis setelah mendaftar member belajar reguler. Klik di Pendaftaran Untuk mendaftar agar bisa membaca kelanjutan artikel ini.
Dua jenis usaha atau bisnis yang modal usaha kecil namun sebaliknya punya potensi yang besar sekali alias unlimited adalah Bisnis Waralaba pribadi dan Bisnis Internet. Bisnis waralaba pribadi adalah pengembangan lebih lanjut dan lebih sempurna dari bisnis MLM. Bisnis ini membutuhkan modal usaha yang kecil, namun punya potensi dikembangkan di mana saja. Saya sendiri menjalankan usaha ini sebagai salah satu bisnis saya. Dibandingkan dengan waralaba, waralaba pribadi memerlukan modal yang tidak begitu besar alias kecil, namun bisnis ini mempunyai daya ungkit yang banyak dan besar. Daya ungkit yang ada di usaha waralaba pribadi ini adalah adanya Support sistem, mentor, jaringan, alat bantu, team bisnis. Misal, seseorang yang tidak mempunyai pengalaman berbisnis, maka ada mentor yang akan membantunya dalam menjalankan bisnis /usahanya. Apabila seseorang yang merasakan tidak mempunyai kemampuan berbicara atau presentasi, maka ada team yang akan mendukungnya dalam mempresentasikan usahanya. Usaha jenis waralaba pribadi ini memiliki daya ungkit yang besar.
Nah, bagaimana dengan Bisnis Internet atau sering juga disebut Bisnis Online? jenis bisnis atau usaha ini juga memiliki daya ungkit yang banyak dan besar. Kegiatan-kegiatan usaha bisa diautomatisasi di bisnis online atau bisnis internet ini. Usaha yang dijalankan bisa online 24 jam. Saya sendiri juga membangun usaha di internet ini, yaitu Toko Online. Usaha offline bisa dipromosikan atau dibangun juga di internet, sehingga bisa beroperasi 24 jam, hemat karyawan, bisa menjangkau banyak orang. Selain toko online, ada berbagai jenis usaha atau bisnis yang bisa dijalankan di internet. Ada juga kategorinya usaha pemasangan iklan, seperti Google Adsense, Chitika, jual link, jual website, dan lain-lain. Lebih lengkap tentang hal ini, berbagai jenis usaha online yang bisa dibangun di internet, saya ungkapkan di Ebook Modul Belajar Bisnis dan Menjadi Wirausaha yang berjudul : Modal Minim Hasil Maxim. (Ya, Modal usaha kecil, Potensi Hasil tanpa Batas).
Namun, tentunya, membangun usaha butuh usaha. Menjadi wirausaha butuh tindakan, tidak cuma duduk-duduk lantas dapat duit. Tapi ada loh, yang duduk-duduk goyang kaki, dapat duit. ya, Penjahit. Haha… Yang ini bercanda. Atau mau yang kipas-kipas dapat duit? Jadi tukang sate. Ini kipas-kipas dapat duit. Haha… Ini bercanda kok. Itu usaha juga. Usaha apapun pasti butuh tindakan. Termasuk apabila anda menginginkan memiliki alat belajar dari UniversitasBisnis.com dan belajar dari Modul-modul Belajar Bisnis, Silahkan upgrade menjadi Member Belajar Eksklusif, dan dapatkan Modul-modul belajarnya yang dikirim langsung ke alamat dan juga bisa didownload. Selamat belajar bisnis dan suatu hari saya yakin Anda pun bisa menjadi Wirausaha Sukses.
Saturday, September 1, 2012
Pedagang tahu beromzet jutaaan
RODA kehidupan memang berputar. Kesabaran, ketekunan, kerja keras,dan pantang menyerah menjadi modal utama seorang pedagang tahu keliling yang kini menjadi bos pabrik yang memproduksi bahan makanan beromzet jutaan rupiah.
Adalah Acim Artasin (45) yang pertama kali menginjakkan kakinya di Jakarta, tepatnya di daerah Kebayoran Lama, sekira 1971 silam. Ketika itu, dia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Kedatangannya di Jakarta langsung membawanya mengenal acara berdagang di pasar tradisional. Akhirnya, sembilan tahun kemudian, Acim mulai menggeluti proses jual beli bahan makanan. Berdagang tahu menjadi pilihan pekerjaan baginya. Bisnis keluarga menjadi salah satu latar belakang Acim untuk ikut serta memasarkan tahu dengan sasaran rumah tangga. Mulailah Acim berdagang tahu keliling yang kala itu keuntungan yang didapatnya tidak lebih dari seratusan ribu rupiah per hari.
Meskipun setiap harinya Acim harus berjalan menyusuri jalan di bawah terik matahari, dia melakukannya untuk kehidupan yang diyakini akan lebih baik. ”Sambil berjualan keliling kompleks perumahan, saya juga mulai mengumpulkan modal untuk usaha,” ujar Acim saat ditemui harian Seputar Indonesia (SINDO) di pabrik tahu miliknya di daerah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.
Kesabaran, ketekunan, dan kerja keras tanpa mengeluh ternyata membuahkan hasil. Setelah lebih kurang 19 tahun berjualan tahu keliling, modal yang dikumpulkan Acim pun mulai menumpuk. Tidak banyak memang,namun bisa membuat pekerjaannya sedikit lebih ringan. Minimal, dengan modal yang dia punya, bisa membuatnya berjualan tahu di pasar tradisional tanpa harus keliling.
Tahun 2000 mulailah Acim memasarkan tahunya di pasar tradisional. Meskipun sudah berjualan di pasar, Acim tidak berhenti mengumpulkan dana untuk memajukan usahanya. Tiga tahun lamanya di berjualan di pasar, peluang membesarkan usahanya nampak di depan mata. ”Awal 2003, ada pengusaha pabrik tahu yang bangkrut dan menawarkan saya untuk membeli pabrik dan alat-alat produksinya. Kesempatan itu langsung saya ambil,” ucapnya mengenang. Sebuah pabrik pengolahan tahu yang berdiri di atas tanah seluas 100 meter persegi menjadi titik balik perjalanan usaha Acim yang lebih besar. Untuk memulai menjadi seorang bos industri pengolahan bahan makanan, Acim tentu harus merogoh kantong lebih dalam.
Untuk membeli bangunan pabrik pengolahan, dibutuhkan dana yang tidak sedikit, yakni berkisar Rp9 juta. Sementara untuk membeli perabotan dan beberapa alat produksi pengolahan tahu seperti mesin uap,tungku air,dan lainnya, Acim membutuhkan dana minimal Rp7 juta. Tentu saja dana tersebut lumayan besar di mata Acim. Namun, tekadnya sudah sebesar gunung untuk mengambil kesempatan ini dan bisa memulai bisnis dengan keuntungan yang cukup menjanjikan di kemudian hari. Dua tahun kemudian, Acim memutuskan menjalankan bisnis ini. Awal tahun 2005, Acim memberanikan diri meminjam modal ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp35 juta yang untuk membeli lahan pabrik dan bangunannya beserta peralatan pengolahan tahu.
”Harga tanah sendiri sudah sangat mahal sekitar Rp50 juta, tapi bisa dicicil.Jadi pinjaman dari bank bisa untuk memulai usaha sambil menabung untuk melunasi utang tanah dan utang ke bank,” jelasnya. Sadar tidak mampu menjalankan industri pengolahan makanan seorang diri, Acim merekrut tujuh tenaga kerja yang sudah terampil dalam menjalankan mesin pengolahan maupun yang masih baru. Bahkan,dia pernah mempekerjakan 20 orang sekaligus. Namun, jumlah tersebut tidak bertahan lama.Kini,di pabrik kecil miliknya itu, dia mempekerjakan sedikitnya sembilan tenaga kerja.
Acim menceritakan, pada awalnya, industri pengolahan tahu miliknya hanya mampu memproduksi sedikitnya 1 kuintal tahu per hari yang kemudian didistribusikan ke pasar tradisional di daerah Ciputat dan sekitarnya. Menurutnya, tidak banyak keuntungan atau omzet yang diperolehnya pada masa awal menjalankan bisnis ini. ”Paling besar keuntungan per hari hanya Rp300.000. Itu pun sudah dikurangi dengan belanja bahan dasar pembuat tahu dan upah pekerja di sini,” paparnya. Optimisme terpancar dalam diri Acim. Meskipun kondisi awal tidak menguntungkan dan jauh dari ekspektasinya, dia tetap yakin bisnis yang dijalankan akan membawanya pada kehidupan yang lebih baik.
Optimisme yang tinggi membawanya bekerja lebih keras. Alhasil, perlahan tapi pasti, pabrik miliknya mulai berkembang. Acim bukanlah orang pertama yang memiliki pabrik pengolahan tahu di daerah Ciputat dan sekitarnya. Kerasnya persaingan dan kualitas bahan makanan jadi yang diolah di pabrik dan dipasarkan di pasar tradisional membuat Acim tidak boleh menyerah. Alhasil,kini pabrik pengolahan tahu miliknya mampu memproduksi sedikitnya 6 kuintal tahu per hari untuk dipasarkan di rekanannya di pasar Ciputat dan sekitarnya. Lebih dari 1.000 tahu putih ukuran besar dan 790 tahu ukuran kecil yang biasanya dikonsumsi di rumah tangga dihasilkan dari pabrik kecil miliknya. Tentu saja, kuantitas ini harus dibayar cukup mahal.
Biaya produksi dalam sehari mencapai Rp5 juta. Biaya itu tidak hanya dipergunakan untuk membeli bahan dasar pengolahan tahu, biaya proses pengolahan,dan upah bagi para pekerjanya. Jika sehari saja biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp5 juta,maka selama kurun waktu satu bulan, dana sebesar Rp150 juta harus dikeluarkan untuk memproduksi tahu-tahu berkualitas dan bergizi tinggi. Keuntungan yang didapatnya pun terbilang sudah cukup besar baginya. Jika pada awalnya hanya meraup keuntungan Rp300.000 per hari, kini omzetnya jauh di atas itu. Sayangnya, dia enggan menyebutkan omzet yang didapatnya kini.
”Yang jelas bisa untuk menutupi biaya produksi dan bisa membayar cicilan utang ke bank,” katanya sambil tersenyum. Untuk mendistribusikan hasil pengolahannya, Acim juga memiliki sebuah mobil operasional berjenis pikap yang siap mengantarnya ke pasar tradisional setiap malam. Salah satu kebanggaannya dengan bisnis ini, Acim sudah berhasil mengantarkan anaknya menjalani proses pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi di Kota Bandung.
Setiap usaha menuju kesuksesan kerap menemui hambatan. Begitu pula yang terjadi pada bisnis industri pengolahan bahan makanan yang dirintis Acim.
Langkahnya menapaki dunia usaha tidak berjalan mulus. Insiden kebakaran yang melanda pabrik tahu miliknya adalah duka terdalam selama dia menjalankan bisnis ini. Amukan si jago merah pada 2005 silam membumihanguskan seluruh bangunan pabrik tahu beserta isinya. Beruntung, rumah tinggalnya yang persis berdampingan dengan pabrik itu tidak ikut habis terbakar. ”Semua ludes dan tidak bersisa. Yang tersisa hanya pakaian yang menempel di badan saja. Ini cobaan terberat selama saya menjalankan usaha ini,” kenang Acim. Kebakaran yang terjadi lima tahun silam bermula karena mampetnya minyak tanah dalam tungku sehingga membuat api di tungku uap membesar dan melahap seluruh barang di dalamnya.
Kerja keras Acim pun seolah habis tidak bersisa. Akibat insiden amukan si jago merah tersebut, Acim mengalami kerugian sekitar Rp100 juta,angka yang cukup besar baginya. Pascakebakaran,tentu saja semua harus dimulai dari awal lagi. Acim mulai mengumpulkan modal untuk melanjutkan usahanya. Acim pun menggadaikan mobil operasional miliknya untuk mendapatkan dana Rp35 juta. ”Waktu itu tidak berutang lagi karena dibantu oleh saudara-saudara saya yang menyumbangkan barang-barang berharga untuk modal saya.Dari saudara-saudara,saya dapat Rp30 juta,”papar Acim. Tidak mau menyerah dengan keadaan, Acim mulai merangkai kembali usahanya.Tragedi kebakaran tersebut justru semakin memperbesar usahanya.
Bangunan pabrik yang semula hanya 100 meter persegi kini diperlebar hingga menjadi 200 meter persegi.Bangunan pabrik miliknya terlihat lebih luas dan bisa dipergunakan untuk memaksimalkan produksi tahu.Selain itu,dia juga berhasil menebus kembali mobil operasional yang digadaikan untuk memulai usaha pascakebakaran. Bahkan, kini Acim sudah terlihat lebih maju beberapa langkah. Pada sepetak lahan di depan pabriknya, terparkir sebuah mobil keluarga. Meskipun dibeli dengan mencicil Rp4,5 juta per bulan, mobil itu seolah menjadi bukti keberhasilan kerja keras Acim
http://economy.okezone.com/read/2010/09/19/22/373549/juragan-tahu-yang-kini-beromzet-jutaan
Adalah Acim Artasin (45) yang pertama kali menginjakkan kakinya di Jakarta, tepatnya di daerah Kebayoran Lama, sekira 1971 silam. Ketika itu, dia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Kedatangannya di Jakarta langsung membawanya mengenal acara berdagang di pasar tradisional. Akhirnya, sembilan tahun kemudian, Acim mulai menggeluti proses jual beli bahan makanan. Berdagang tahu menjadi pilihan pekerjaan baginya. Bisnis keluarga menjadi salah satu latar belakang Acim untuk ikut serta memasarkan tahu dengan sasaran rumah tangga. Mulailah Acim berdagang tahu keliling yang kala itu keuntungan yang didapatnya tidak lebih dari seratusan ribu rupiah per hari.
Meskipun setiap harinya Acim harus berjalan menyusuri jalan di bawah terik matahari, dia melakukannya untuk kehidupan yang diyakini akan lebih baik. ”Sambil berjualan keliling kompleks perumahan, saya juga mulai mengumpulkan modal untuk usaha,” ujar Acim saat ditemui harian Seputar Indonesia (SINDO) di pabrik tahu miliknya di daerah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.
Kesabaran, ketekunan, dan kerja keras tanpa mengeluh ternyata membuahkan hasil. Setelah lebih kurang 19 tahun berjualan tahu keliling, modal yang dikumpulkan Acim pun mulai menumpuk. Tidak banyak memang,namun bisa membuat pekerjaannya sedikit lebih ringan. Minimal, dengan modal yang dia punya, bisa membuatnya berjualan tahu di pasar tradisional tanpa harus keliling.
Tahun 2000 mulailah Acim memasarkan tahunya di pasar tradisional. Meskipun sudah berjualan di pasar, Acim tidak berhenti mengumpulkan dana untuk memajukan usahanya. Tiga tahun lamanya di berjualan di pasar, peluang membesarkan usahanya nampak di depan mata. ”Awal 2003, ada pengusaha pabrik tahu yang bangkrut dan menawarkan saya untuk membeli pabrik dan alat-alat produksinya. Kesempatan itu langsung saya ambil,” ucapnya mengenang. Sebuah pabrik pengolahan tahu yang berdiri di atas tanah seluas 100 meter persegi menjadi titik balik perjalanan usaha Acim yang lebih besar. Untuk memulai menjadi seorang bos industri pengolahan bahan makanan, Acim tentu harus merogoh kantong lebih dalam.
Untuk membeli bangunan pabrik pengolahan, dibutuhkan dana yang tidak sedikit, yakni berkisar Rp9 juta. Sementara untuk membeli perabotan dan beberapa alat produksi pengolahan tahu seperti mesin uap,tungku air,dan lainnya, Acim membutuhkan dana minimal Rp7 juta. Tentu saja dana tersebut lumayan besar di mata Acim. Namun, tekadnya sudah sebesar gunung untuk mengambil kesempatan ini dan bisa memulai bisnis dengan keuntungan yang cukup menjanjikan di kemudian hari. Dua tahun kemudian, Acim memutuskan menjalankan bisnis ini. Awal tahun 2005, Acim memberanikan diri meminjam modal ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp35 juta yang untuk membeli lahan pabrik dan bangunannya beserta peralatan pengolahan tahu.
”Harga tanah sendiri sudah sangat mahal sekitar Rp50 juta, tapi bisa dicicil.Jadi pinjaman dari bank bisa untuk memulai usaha sambil menabung untuk melunasi utang tanah dan utang ke bank,” jelasnya. Sadar tidak mampu menjalankan industri pengolahan makanan seorang diri, Acim merekrut tujuh tenaga kerja yang sudah terampil dalam menjalankan mesin pengolahan maupun yang masih baru. Bahkan,dia pernah mempekerjakan 20 orang sekaligus. Namun, jumlah tersebut tidak bertahan lama.Kini,di pabrik kecil miliknya itu, dia mempekerjakan sedikitnya sembilan tenaga kerja.
Acim menceritakan, pada awalnya, industri pengolahan tahu miliknya hanya mampu memproduksi sedikitnya 1 kuintal tahu per hari yang kemudian didistribusikan ke pasar tradisional di daerah Ciputat dan sekitarnya. Menurutnya, tidak banyak keuntungan atau omzet yang diperolehnya pada masa awal menjalankan bisnis ini. ”Paling besar keuntungan per hari hanya Rp300.000. Itu pun sudah dikurangi dengan belanja bahan dasar pembuat tahu dan upah pekerja di sini,” paparnya. Optimisme terpancar dalam diri Acim. Meskipun kondisi awal tidak menguntungkan dan jauh dari ekspektasinya, dia tetap yakin bisnis yang dijalankan akan membawanya pada kehidupan yang lebih baik.
Optimisme yang tinggi membawanya bekerja lebih keras. Alhasil, perlahan tapi pasti, pabrik miliknya mulai berkembang. Acim bukanlah orang pertama yang memiliki pabrik pengolahan tahu di daerah Ciputat dan sekitarnya. Kerasnya persaingan dan kualitas bahan makanan jadi yang diolah di pabrik dan dipasarkan di pasar tradisional membuat Acim tidak boleh menyerah. Alhasil,kini pabrik pengolahan tahu miliknya mampu memproduksi sedikitnya 6 kuintal tahu per hari untuk dipasarkan di rekanannya di pasar Ciputat dan sekitarnya. Lebih dari 1.000 tahu putih ukuran besar dan 790 tahu ukuran kecil yang biasanya dikonsumsi di rumah tangga dihasilkan dari pabrik kecil miliknya. Tentu saja, kuantitas ini harus dibayar cukup mahal.
Biaya produksi dalam sehari mencapai Rp5 juta. Biaya itu tidak hanya dipergunakan untuk membeli bahan dasar pengolahan tahu, biaya proses pengolahan,dan upah bagi para pekerjanya. Jika sehari saja biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp5 juta,maka selama kurun waktu satu bulan, dana sebesar Rp150 juta harus dikeluarkan untuk memproduksi tahu-tahu berkualitas dan bergizi tinggi. Keuntungan yang didapatnya pun terbilang sudah cukup besar baginya. Jika pada awalnya hanya meraup keuntungan Rp300.000 per hari, kini omzetnya jauh di atas itu. Sayangnya, dia enggan menyebutkan omzet yang didapatnya kini.
”Yang jelas bisa untuk menutupi biaya produksi dan bisa membayar cicilan utang ke bank,” katanya sambil tersenyum. Untuk mendistribusikan hasil pengolahannya, Acim juga memiliki sebuah mobil operasional berjenis pikap yang siap mengantarnya ke pasar tradisional setiap malam. Salah satu kebanggaannya dengan bisnis ini, Acim sudah berhasil mengantarkan anaknya menjalani proses pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi di Kota Bandung.
Setiap usaha menuju kesuksesan kerap menemui hambatan. Begitu pula yang terjadi pada bisnis industri pengolahan bahan makanan yang dirintis Acim.
Langkahnya menapaki dunia usaha tidak berjalan mulus. Insiden kebakaran yang melanda pabrik tahu miliknya adalah duka terdalam selama dia menjalankan bisnis ini. Amukan si jago merah pada 2005 silam membumihanguskan seluruh bangunan pabrik tahu beserta isinya. Beruntung, rumah tinggalnya yang persis berdampingan dengan pabrik itu tidak ikut habis terbakar. ”Semua ludes dan tidak bersisa. Yang tersisa hanya pakaian yang menempel di badan saja. Ini cobaan terberat selama saya menjalankan usaha ini,” kenang Acim. Kebakaran yang terjadi lima tahun silam bermula karena mampetnya minyak tanah dalam tungku sehingga membuat api di tungku uap membesar dan melahap seluruh barang di dalamnya.
Kerja keras Acim pun seolah habis tidak bersisa. Akibat insiden amukan si jago merah tersebut, Acim mengalami kerugian sekitar Rp100 juta,angka yang cukup besar baginya. Pascakebakaran,tentu saja semua harus dimulai dari awal lagi. Acim mulai mengumpulkan modal untuk melanjutkan usahanya. Acim pun menggadaikan mobil operasional miliknya untuk mendapatkan dana Rp35 juta. ”Waktu itu tidak berutang lagi karena dibantu oleh saudara-saudara saya yang menyumbangkan barang-barang berharga untuk modal saya.Dari saudara-saudara,saya dapat Rp30 juta,”papar Acim. Tidak mau menyerah dengan keadaan, Acim mulai merangkai kembali usahanya.Tragedi kebakaran tersebut justru semakin memperbesar usahanya.
Bangunan pabrik yang semula hanya 100 meter persegi kini diperlebar hingga menjadi 200 meter persegi.Bangunan pabrik miliknya terlihat lebih luas dan bisa dipergunakan untuk memaksimalkan produksi tahu.Selain itu,dia juga berhasil menebus kembali mobil operasional yang digadaikan untuk memulai usaha pascakebakaran. Bahkan, kini Acim sudah terlihat lebih maju beberapa langkah. Pada sepetak lahan di depan pabriknya, terparkir sebuah mobil keluarga. Meskipun dibeli dengan mencicil Rp4,5 juta per bulan, mobil itu seolah menjadi bukti keberhasilan kerja keras Acim
http://economy.okezone.com/read/2010/09/19/22/373549/juragan-tahu-yang-kini-beromzet-jutaan
Motivasi Sukses Dalam Menjalankan Bisnis
Menjalankan sebuah usaha memang membutuhkan semangat dan tekad yang cukup kuat. Tanpa adanya motivasi dan semangat dari para pelakunya, bisa jadi usaha yang dijalankan tidak dapat mencapai puncak kesuksesan. Faktor inilah yang perlu diperhatikan para pelaku usaha, sebab hadirnya motivasi bisnis menjadi modal awal bagi mereka untuk merintis kesuksesan bisnisnya.
Nah, untuk meningkatkan modal motivasi dalam diri pelaku usaha. Berikut ini kami informasikan empat motivasi sukses dalam menjalankan bisnis yang perlu Anda terapkan dari sekarang.
Pertama, tanamkan keinginan kuat untuk menambah pengetahuan dan kemampuan. Salah satu motivasi yang paling dibutuhkan pelaku usaha adalah keinginannya untuk terus belajar dan menambah keterampilan. Seperti kita ketahui bersama, motivasi belajar menjadi modal awal bagi para pengusaha untuk mengembangkan raksasa bisnisnya. Karena itu, belajarlah dari orang-orang sukses di sekitar Anda, belajarlah dari kegagalan yang pernah Anda alami, dan belajarlah dari sumber ilmu yang tersedia di seluruh belahan dunia.
Kedua, berani mengubah tantangan menjadi sebuah peluang. Jika sebagian orang menghindari sebuah resiko, maka lain halnya dengan para pengusaha yang memandang sebuah resiko sebagai peluang baru. Tidaklah heran bila selama ini banyak pelaku usaha yang sukses menemukan ide bisnis baru dari permasalahan kecil yang mereka hadapi setiap harinya. Misalnya saja seperti peluang bisnis jasa laundry yang diangkat dari permasalahan masyarakat di daerah perkotaan yang cenderung memiliki tingkat kesibukan cukup tinggi, sehingga mereka membutuhkan jasa cuci atau laundry sebagai solusi untuk mempermudah rutinitas mereka sehari-hari.
Ketiga, berusaha menjadi nomor satu. Sebagai seorang pelaku usaha, pastinya Anda dituntut untuk siap bersaing dan berusaha menduduki posisi pertama di setiap kesempatan. Dengan dorongan tersebut, para pelaku usaha termotivasi untuk terus berprestasi, meningkatkan produktifitasnya dan menciptakan inovasi baru untuk menghadapi persaingan bisnis yang semakin hari semakin sengit.
Keempat, tebal muka dan bermental baja. Tak jarang para pelaku usaha harus banting tulang dan bekerja keras untuk merintis sebuah usaha. Bahkan terkadang mereka harus turun langsung ke lapangan untuk menawarkan produk-produk unggulannya dari satu rumah ke rumah konsumen lainnya. Kondisi inilah yang menuntut para pelaku usaha untuk memiliki mental baja dan tidak mudah menyerah dengan kendala yang menghadang di tengah jalannya usaha.
Dengan memiliki motivasi bisnis seperti diatas, diharapkan para pelaku usaha bisa mengembangkan bisnisnya lebih pesat dan mendapatkan untung berlipat-lipat tiap bulannya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.
Sumber gambar :
1. http://i3.squidoocdn.com/resize/squidoo_images/250/draft_lens1980656module9467632photo_1315097005meaning-of-motivation.jpg
2. http://meetbarbaraharnsberger.info/wp-content/uploads/2011/10/getting-motivated-with-your-to-do-list.jpg
Subscribe to:
Posts (Atom)

